Arti SIMBOLIS NASI TUMPENG

Tumpengan umumnya dicoba selaku ungkapan syukur, terima kasih kepada Tuhan atas anugerah apa juga wujudnya yang diterima, atas keselamatan, slametan, buat memeringati kejadian ataupun momen berarti serta sebagainya. Dikala pemotongan tumpeng, umumnya diserahkan kepada orang yang dihormati, yang dituakan, selaku wujud penghormatan. Serta, sehabis itu dimakan bersama- sama selaku lambang kerukunan, kebersamaan. Potong tumpeng pula jadi salah satu ritual dalam perayaan kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Tradisi tumpeng awalnya

dicoba oleh warga Jawa, Madura, Bali serta saat ini nyaris segala rakyat Indonesia memahami tumpeng. Falsafah tumpeng terpaut erat dengan keadaan geografis Indonesia paling utama pulau Jawa yang dipadati jajaran gunung berapi. Tumpeng berasal dari tradisi purba warga Indonesia yang memuliakan gunung selaku tempat bersemayam para hyang ataupun arwah leluhur.

Nasi tumpeng merupakan salah satu macam ramuan nasi, yang jenisnya juga bermacam- macam. Pada tahun 2013, Kementeritan Pariwisata serta Ekonomi Kreatif Indonesia melaporkan nasi tumpeng selaku salah satu dari 30 ikon kuliner Indonesia. Tidak hanya nasi tumpeng, ikon kuliner Indonesia yang lain antara lain, nasi liwet, sate lilit Bali, sate ayam Madura, rawon Surabaya, urap sayur- mayur Yogyakarta, nasi goreng kampung, serta gado- gado Jakarta Rekomendasi Nasi Tumpeng Terbaik di Jakarta  .

Dalam warga serta tradisi Jawa, nasi tumpeng mempunyai filosofi yang sangat dalam. Misalnya, ujung tumpeng yang runcing serta pula bagian mustaka( kepala), merepresentasikan nirwana. Sebaliknya bagian badan tumpeng melukiskan proses emanasi( pancaran ataupun suatu yang memancar ataupun mengalir) serta penarikan kembali yang terdiri dari 7 tingkatan( Suwardi Endraswara, 2018).

7 tingkatan emanasi itu dilukiskan dalam ritual tingkeban ataupun tidhak siten. Tingkeban merupakan perayaan balita dalam isi berusia 7 bulan, yang melukiskan manusia sudah tercipta. Dalam ritual ini, bunda wajib menggunakan kain batik( jarit) 7 kali. Slametan ini tergambar dalam 7 puncak tumpeng, 7 berbagai bubur, serta 7 berbagai rujak. Angka“ 7” yang dalam bahasa Jawa diucap pitu, maksudnya pitulungan, pertolongan.

Wujud nasi tumpeng yang menguncup, meruncing pula melambangkan harapan. Harapan supaya hidup senantiasa sejahtera. Meruncing( menguncup) melambangkan

tangan merapat buat senantiasa menyembah Tuhan. Kata tumpeng merupakan akronim dari“ yen metu kudu mempeng”; jika keluar wajib serius. Dapat dimaksud, jika keluar rumah buat bekerja, misalnya, wajib serius.

Nasi yang digunakan umumnya nasi putih ataupun nasi uduk. Warna putih berarti suci sehingga nasi tumpeng tipe ini sering disajikan dalam upacara keagamaan. Sedangkan warna kuning melambangkan kesejahteraan, kekayaan, ataupun rezeki yang melimpah.

Macam- macam Tumpeng

Nyatanya terdapat bermacam berbagai tipe tumpeng serta wujud yang berbeda- beda, dan digunakan buat momen yang spesial pula. Antara lain:

Tumpeng Robyong: Tumpeng ini biasa disajikan pada dikala upacara siraman menjelang kegiatan perkawinan dalam adat Jawa. Tumpeng robyong diletakkan di

bakul yang dilengkapi dengan bermacam berbagai sayur- mayur. Di puncak tumpeng

diletakkan telur ayam, terasi, bawang merah, serta cabai. Tumpeng robyong ialah simbol keselamatan, kesuburan, serta kesejahteraan; menggambarkan kemakmuran sejati. Dalam upacara dilengkapi dengan tumpeng robyong dengan harapan supaya sang pengantin ataupun pemohon senantiasa di- obyong- obyong ataupun dikelilingi sanak kerabat, handai taulan, serta sahabat tercinta.

Tumpeng Nujuh Bulan: Cocok dengan namanya, hingga nasi tumpeng ini digunakan pada dikala upacara 7 bulanan kehamilan.

Tumpeng ini dibuat dari nasi putih berjumlah 7: satu tumpeng besar diletakkan di tengah dikelilingi 6 tumpeng kecil yang lain. Biasa disajikan di atas tampah yang dialasi daun pisang batu.

Tumpeng Nasi Kuning: Diucap tumpeng nasi kuning sebab memakai nasi bercorak kuning. Tumpeng ini digunakan buat acara- acara syukuran, ungkapan kegembiraan. Misalnya, kelahiran, tunangan, perkawinan, apalagi pula naik pangkat. Warna kuning melambangkan kemuliaan, kekayaan, serta moral yang luhur.

Tumpeng Dlupak: Puncak tumpeng ini cekung, semacam wujud 2 telapan tangan yang dirapatkan menengadah ke atas dalam doa. Tumpang dlupak memiliki arti agar

kemauan serta harapan sang empunya hajat dikabulkan.

Tumpeng Playon( salah satu sesaji dalam tingkeban) merupakan tumpeng yang diletakkan di encek dengan lauk ingkung

ataupun ayam panggang. Sajian ini dinamakan tumpeng playon sebab terpaut dengan metode pengambilannya, ialah dengan metode mlayu‘ berlari”. Dengan sesaji berbentuk tumpeng playon ini diharapkan nanti anak yang lahir pikirannya pintar, pintar, serta gesit, dan penuh inisiatif.

Baca Juga : Identitas Kaos Bermutu serta Mengapa Kaos Tipe Gildan Jadi Opsi Terbaik

Tumpeng Among- among–

Tumpeng among- among berbentuk nasi berupa kerucut

di lengkapi dengan sayur mayur serta lauk pauk. Tumpeng ini selaku lambang penghormatan kepada kyai serta nyai amongsari dan kyai serta nyai bodo yang di yakin selaku pamomong ataupun penjaga manusia dan melindungi keselamatan manusia. Saat ini dimaknai selaku meminta proteksi kepada Tuhan untuk keselamatan anak- cucu.

Tumpeng Pungkur: Tumpeng pungkur berupa nasi tumpeng semacam gunungan yang dibelah jadi 2 dari atas sampai dasar; setelah itu diletakkan silih membelakangi, ungkur- ungkuran. Tumpeng ini dilengkapi dengan jangan adem ataupun sayur- mayur yang tidak pedas; gudangan( urap) namun tidak memakai kecambah ataupun tauge, kangkung dan daun jlengor( daun ubi jalar). Tumpeng ini melambangkan perpisahan antara orang yang sudah wafat dengan yang masih hidup. Tumpeng ini memiliki arti supaya orang yang mengadakan slametan terbebas dari seluruh pengaruh jahat ataupun selaku tolak- bala, sehingga suasana keluarga tetap adam ayem

Tumpeng Megana. Tumpeng ini terbuat buat memperingati sesuatu kelahiran, dengan nasi bewarna putih yang ialah lambang kesucian serta sayur mayur yang ialah lambang pengharapan doa untuk kehidupan si anak nanti. Hiasan sangat mencolok dari tumpeng ini merupakan telur, bawang merah, serta cabai terletak di puncak tumpeng yang pula mempunyai makna di baliknya.

Tumpeng Punar. Tumpeng ini buat mengekspresikan rasa syukur serta kegembiraan. Misalnya, kelahiran anak, ataupun ulang tahun, peningkatan pangkat, serta menemukan rezeki.

Dengan membuat tumpeng ini tercantum harapan supaya kehidupan keluarga terang. Lauk pauknya berbeda dengan tumpeng megana serta umumnya memakai kedelai goreng, abon, kering tempe, serta lain- lain,

Tumpeng Nasi Uduk– Diucap pula tumpeng tasyakuran. Digunakan buat peringatan Maulud Nabi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *